Wanita Suci..... Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu, Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh dengan lumpur, dirimu terlalu suci
Wanita Suci...... Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin tapi tak ada henti Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginkan karena sucimuu, indahmu kau pertaruhkan Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi seperti wanita biasa di hadapanku, Bila kau kalah, tak lebih dari wanita biasa Wanita Suci ..... Jangan pernah kau tatapkan penuh, bahkan kau tak perlu lirikan matamu untuk melihatku Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang manipulator Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutera emas, Meniru laku para Rahib, meski aku lebih kotor dari kubangan lumpur Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi karena toh kau hanya manusia, hanya wanita, meski kau wanita suci |